Pemuda Nahas Ini Posting Berita Hoaks Hingga Harus Berakhir di Balik Jeruji Besi

KAPOLRES Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, menunjukkan barang bukti screenshot postingan akun Facebook bernama Zha Vsb yang diduga menyebarkan berita hoaks penculikan anak dalam jumpa pers di RSUD R Syamsudin SH, Jumat (2/11/2018) malam. Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – N alias E (23), warga Kecamatan Geberbitung, Kabupaten Sukabumi, tak menyangka akibat postingannya di media sosial Facebook harus berakhir di balik jeruji besi. N diringkus polisi karena diduga menyebar berita hoaks di akun Facebook miliknya bernama Zha Vsb.

Dalam postingannya yang disebarkan di grup Facebook, N diduga menyebar berita penculikan anak hingga berakibat masyarakat menjadi resah.

N memposting seorang lelaki mengenakan kemeja berwarna biru dan putih yang disebutnya sebagai penculik anak. Ia membuat caption foto bertuliskan : “Hati2 jagain anak tengah malam maupun pagi. Semalem penculik udh nyampe kp.cibuntu TERMINAL SUKARAJA”

“Berita yang disebarkan bohong,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, dalam jumpa pers di RSUD R Syamsudin SH, Jumat (2/11/2018) malam.

Postingan itu mendapatkan 51 komentar, lalu dibagikan oleh 165 akun Facebook.

“Bisa dibayangkan bagaimana viralnya. Untuk itu, kita kenakan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1/1946 tentang Pemberitaan Bohong dan Menyebabkan Keresahan,” tegasnya.

Pelaku terancam mendapatkan kurungan 10 tahun penjara. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa screenshot postingan akun Facebook bernama Zha Vsb, satu unit ponsel merk Samsung warna hitam, serta akun Facebook dengan email berikut kata sandinya.

“Kami mengimbau semua masyarakat pengguna media sosial, jangan mudah memposting suatu hal yang tidak pasti karena bisa mengakibatkan keresahan di masyarakat,” tandasnya.

Sementara N mengaku hanya latah menyebarkan kembali informasi tersebut. Ia memgaku tak mengetahui persis informasi tersebut benar atau bohong.

“Saya tak menyadari ternyata postingan saya membuat resah masyarakat lainnya,” ucapnya.

Kontributor:     Iqbal Salim
Editor:    Hafiz Nurachman