Gelombang Aksi Protes Gelaran IMF-Bank Dunia Terjadi di Bandung

MASSA Gerakan Rakyat Menentang (GMR) menggelar aksi protes pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Nusa Dua Bali, digelar di Kantor Gubernur Jawa Barat, Minggu (14/10/2018). Magnet Indonesia Online/Yusuf

BANDUNG | MAGNETINDONESIA.CO – Aksi memprotes pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Nusa Dua Bali, digelar Gerakan Rakyat Menentang (GMR) di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Mereka menilai pertemuan itu hanya menghambur-hamburkan anggaran saja tanpa ada kontribusi jelas bagi masyarakat Indonesia.

“Pertemuan IMF-Bank Dunia hanya menjadi sarana baru yang membuat rakyat di berbagai belahan dunia semakin mengalami krisis,” kata Muhammad Faiz, koordinator aksi.

Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah mengalokasikan anggaran hampir Rp1 triliun untuk menggelar kegiatan itu. Pertemuan ini merupakan upaya untuk memuluskan bisnis negara-negara besar terutama G-7 yang dipimpin oleh Amerika.

“Negara-negara yang tergabung dalam IMF, termasuk Indonesia, dipaksa tunduk oleh G-7 karena mereka menguasai 60 persen hak suara untuk menentukan kebijakan. Negara yang memiliki hak suara tertinggi yaitu Amerika Serikat dengan jumlah 16,73 persen. Sedangkan Indonesia hanya memiliki hak suara 0,95 persen,” tambahnya.

Koordinator Front Mahasiswa Nasional (FMN) Bandung Raya, Ahmad Thoriq, menegaskan ada dua poin penting yang ditekankan kepada pemerintahan Jokowi-JK. Pertama, hentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasl sama uutang dengan IMF-World Bank. Kedua, hentikan pembangunan yang bergantung pada utang dan investasi asing serta wujudkan pembangunan yang mengabdi pada rakyat.

“Kita negara kaya. Tapi IMF-Bank Dunia mendikte kita agar memaksa melakukan pembangunan melalui jeratan investasi dan utang. Kedua lembaga inilah yang telah menghancurkan kedaulatan nasional,” pungkasnya.

Reporter:    Yusuf
Editor:    Bondan Prakoso