Pemkab Pandeglang Belajar Geopark ke Kabupaten Sukabumi

KEPALA Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, D Budiman (tengah) bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Asmani Raneyanti (kanan), memberikan paparan terkait Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, di GIC Citepus, Palabuhanratu, Selasa (9/10/2018). IST

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark jadi tempat studi banding berbagai daerah. Termasuk Pemkab Pandeglang, Provinsi Banten, yang memiliki kawasan geopark Ujung Kulon.

“Kami ingin memperdalam pengembangan dan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Asmani Raneyanti, di sela-sela audensi dengan perangkat Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, di Goepark Information Center (GIC) Citepus, Palabuhanratu, Selasa (9/10/2018).

Ia mengaku kedatangannya ke Kabupaten Sukabumi lantaran Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark sudah termasuk kawasan wisata terintegrasi.

“Hasilnya nanti akan kami adopsi di Pandeglang dalam upaya pengembangan, pengelolaan, dan pelestarian kawasan geopark Ujung Kulon,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, D Budiman, mengatakan sejauh ini kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark kerap dijadikan objek studi banding bagi kabupaten/kota lainnya dari luar provinsi.

“Kami selalu terbuka bagi siapapun yang ingin belajar dan memperdalam potensi pariwisata Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Ia optimistis beberapa tahun ke depan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark bakal mendunia seiring banyak daerah lain yang ingin mengenal lebih dekat geopark di Sukabumi.

“Taman bumi, keanekaragaman budaya, dan Gurilaps (gunung, rimba, laut, pantai dan sungai) kita miliki semuanya. Potensi pariwisata ini sangat menjanjikan bagi perekonomian masyarakat sekitar kawasan objek wisata. Namun, masyarakatnya perlu mengedepankan Sapta Pesona Pariwisata kepada setiap wisatawan,” imbuhnya.

Reporter:     Bubun Paksi JD
Editor:    Bondan Prakoso