Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian LHK Hadiri Festival Sarongge ke-6

DIRJEN Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LKH, Bambang Supriyanto (kedua dari kiri) memukul gong tanda diresmikannya acara Festival Sarongge ke-6 di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Magnet Indonesia Online/Charles S

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Supriyanto, menghadiri Festival Sarongge ke-6 di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu (29/9/2018).

Berbagai kegiatan seperti ngawurat bumi dan ngalokat cai digelar dalam perhelatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu.

“Festival Sarongge bisa jadi wahana mengenalkan destinasi wisata di daerah ini. Harapannya tentu saja bisa menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Bambang.

Ia hadir dalam festival itu lantaran Sarongge berada di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang merupakan salah satu cagar biosfer. Kaitannya dengan program perhutanan sosial yakni memberikan akses kepada para petani menggarap lahan hutan negara.

“Program perhutanan sosial ini yakni memberikan legalitas kepada para petani menanfaatkan lahan hutan negara,” jelasnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan memberikan akses pemanfaatan lahan seluas 12,7 juta hektare. Kurun lima tahun ini ditargetkan seluas 4,3 hektare.

“Hingga kini sudah hampir 2 juta hektare lahan yang sudah diakses petani untuk dimanfaatkan. Akhir tahun ini targetnya 2,5 juta hektare. Tahun depan dipercepat lagi 1 juta hektare,” bebernya.

Satu di antara tujuan digulirkannya program perhutanan sosial yakni mengantisipasi terjadinya konflik sosial. Pasalnya, program pehutanan sosial dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan dan pendekatan lingkungan.

“Pada akhirnya kesejahteraan petani bisa meningkat,” tandasnya.

Reporter:    Charles S
Editor:    Bondan Prakoso