Warga Kembali ‘Goyang’ PT Tambang Semen Sukabumi

KUASA hukum warga terdampak, Girsang. Magnet Indonesia Online/Diana NH

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) yang merupakan rekanan PT Siam Cement Group (SCG) terus ‘digoyang’ gelombang protes masyarakat Desa Sukasirna, Wangunreja, dan Tanjungsari di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, warga kerap dihantui rasa was-was dengan aktivitas peledakan di lokasi tambang milik PT TSS.

“Saya berharap pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahan jangan sampai berlarut-larut. Permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama,” kata kuasa hukum warga, Girsang, kepada wartawan.

Pada Kamis (20/9/2018), warga kembali mendatangi perusahaan. Mereka menyuarakan protes terhadap kondisi sekarang. Dampak yang dirasakan warga sangat banyak. Di antaranya krisis air bersih. Belum lagi ditambah betebarannya debu yang mengakibatkan gangguan penyakit pernapasan.

“Saya sampaikan secara gamblang yang jadi permasalahan dialami warga. Sekarang ditambah dengan aktivitas peledakan. Dampaknya sangat besar terhadap warga. Bisa berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan rumah. Termasuk hewan ternak mati karena secara psikis mereka terganggu,” tegasnya.

Warga hanya minta pertanggung jawaban PT TSS terhadap dampak yang ditimbulkan. Tuntutan lainnya yakni disetopnya berbagai aktivitas hingga pukul 22.00 WIB.

“Kami juga meminta pada PT TSS untuk memberikan rincian rencana pelaksanaan pembiayaan terhadap sosial lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selama ini warga mengaku belum mendapatkan dana CSR selama tahun ini,” tandasnya.

Pihak perusahaan coba dikonfirmasi sejumlah wartawan. Namun petugas keamanan perusahaan tak mengizinkan wartawan masuk dengan alasan harus mengantongi izin dari manajemen perusahaan.

“Mohon maaf tidak bisa masuk. Harus ada izin dari pimpinan,” kata petugas keamanan itu.

Reporter: Diana Novita Hidayat
Editor: Hafiz Nurachman