Pusat Promosi Produk Pertanian di Kabupaten Sukabumi Akhirnya Terbentuk

DINAS Pertanian Kabupaten Sukabumi telah membentuk Pusat Promosi Produk Pertanian Sahabat Pro Petani. IST

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pusat promosi produk pertanian akhirnya terbentuk di Kabupaten Sukabumi. Keberadaannya diharapkan bisa menangani masalah pemasaran komoditas pertanian yang saat ini masih kerap terjadi.

“Selama ini pemasaran selalu jadi masalah dalam pengembangan komoditas pertanian,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana, kepada Magnet Indonesia Online, Senin (17/9/2018).

Pusat promosi produk pertanian memiliki jargon Sahabat Pro Petani (Sejahtera Berkat Pusat Promosi Produk Perkebunan dan Pertanian).

“Makanya petani melalui kelompok tani kami fasilitasi untuk menjual hasil taninya langsung ke perusahaan konsumen dengan bantuan lembaga pro petani,” tuturnya.

Pembentukan pusat promosi produk pertanian itu merupakan perwujudan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Pasal 48 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Tani.

“Kalau tidak difasilitasi kasihan petani karena selisih harganya terlalu besar. Pemerintah perlu turun tangan untuk mengatasinya agar nantinya petani bisa lebih sejahtera,” sebutnya.

Menurut Yana, pembentukan pusat promosi itu sudah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4/2016.

“Ada sub-agenda prioritas untuk mewujudkan pusat promosi produk pertanian dalam agenda prioritas pembangunan. Kami (Dinas Pertanian) berupaya merencanakan dan merealisasikannya dalam pelaksanaan pembangunan,” ucap dia.

Hanya dalam dua pekan setelah pembentukan pusat promosi produk perkebunan dan pertanian Sahabat Pro Petani, sudah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) yang akan menerima tiga hasil komoditas perkebunan yakni pala, sereh wangi, dan minyak daun cengkeh.

“Harganya diterima tinggi. Petani bisa menjual tiga komoditas itu seharga Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Kapasitas pembelian PT SIL mencapai 4 ribu kilogram minyak daun cengkeh dan 5 ribu kilogram pala per minggunya,” paparnya.

Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian akan melakukan kemitraan antara pengolah kopi Bumi Kopi dan Gunumg Tilu dengan para petani kopi, perusahaan teh Tong Tji dengan petani teh, serta petani gula semut aren dengan IKM Bandrek dan Bajigur Hanjuang.

“Saya harap ke depan pusat promosi Sahabat Pro Petani diambi alih Perumda Agro. Sehingga hambatan para petani dalam pemasaran segera teratasi,” tandasnya.

Reporter:   Heri Suryadi
Editor:   Andra Daryl Permana