Ribuan Penonton Antusias Saksikan Acara Seren Taun di Kasepuhan Cipta Mulya

ATRAKSI laes salah satu hiburan di acara Seren Taun ke-640 Kasepuhan Adat Cipta Mulya, yang digandrungi penonton. Magnet Indonesia Online/Bubun Paksi JD

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Ribuan warga dari luar daerah antusias menyaksikan beragam hiburan dalam acara puncak upacara adat Seren Taun ke-640 Kasepuhan Cipta Mulya di Desa Sirnarasa. Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/9/2018).

Mereka cukup terhibur dengan berbagai atraksi kesenian tradisional dalam suasana upacara adat yang ditampilkan panitia acara Seren Taun. Tak sedikit dari mereka ingin menonton upacara adat yang diselingi atraksi itu lebih dekat lagi, meski batas area bagi pengunjung telah ditentukan panitia.

“Di antara semua kesenian tradisional yang ditampilkan, saya paling suka atraksi laes. Sangat menakjubkan, orangnya dengan mudah bergelantungan di atas seutas tali. Ngeri juga sih lihatnya, tapi cukup menghibur,” ucap Rini (25), pengunjung asal Kota Bandung kepada Magnet Indonesia Online.

Alifta (22), mahasiswi asal Yogyakarta yang sedang melaksanakan KKN di Kampung Adat Cipta Mulya, mengaku kagum dengan kekayaan seni tradisional yang ditampilkan dalam acara Seren Taun ini. Selain laes, ada wayang golek, jipeng, debus, tari jaipong, dan karinding.

“Sebetulnya aku gak berani lihat atraksi debus. Tapi kalau gak dilihat mubazir juga. Jadi serba salah. Melihat atraksi ini merupakan pengalaman baru buat aku,” kata Alifta.

Sementara, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sukabumi, Asep Rahmat, mengaku telah memberikan masukan kepada kepala Desa Sirnaresmi selaku ketua panitia untuk memperbanyak menampilkan seni dan budaya Sunda.

“Acara hiburannya sudah ada perubahan dibanding tahun kemarin. Seren Taun sekarang banyak menampilkan seni tradisional. Walaupun masih ada hiburan dangdutan sumbangan dari sponsor, tapi tidak full dangdut. Saya harap tahun depan acaranya lebih menonjolkan seni tradisional sebagai jati diri orang Sunda,” singkatnya.

Reporter:    Bubun Paksi JD
Editor:    Andra Daryl Permana