Elemen Warga Simpenan Tuntut Pemerataan Infrastruktur

ELEMEN masyarakat berunjuk rasa ke kantor Setda Kabupaten Sukabumi menuntut pemerataan pembangunan infrastruktur. Magnet Indoensia Online/Yusuf

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kantor Setda Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu ‘dikepung’ massa tergabung dalam LSM Indonesia Bergerak (IBR), Senin (10/9/2018). Mereka menyuarakan tuntutan pemerataan pembangunan infrastruktur. Utamanya di Kecamatan Simpenan yang notabene termasuk dalan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.

“Ada banyak desa di Kabupaten Sukabumi sampai saat ini belum merasakan kemerdekaan dari aspek pemerataan pembangunan infrastruktur,” kata koordinator aksi, Bayu Nugraha.

Dalam aksi itu, massa menuntut bupati Sukabumi, Marwan Hamami, memaksimalkan pusat pemerintahan di Palabuhanratu. Mereka menilai sejauh ini pelayanan pemerintah belum maksimal.

“Padahal kita sudah merdeka,” tegasnya.

Bayu menuturkan, kondisi infrastruktur di sejumlah desa di Kecamatan Simpenan memprihatinkan. Misalnya di Desa Cibuntu, Mekar Asih, dan Cidadap. Kondisi itu terjadi hampir belasan tahun. Sejatinya sebagai kawasan penopang kawasan geopark, aspek infrastruktur harus menjadi utama.

“Segera realisasikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Simpenan. Realisasikan juga janji-janji saat kampanye yang akan memperbaiki infrastruktur di semua desa di Kecamatan Simpenan,” jelasnya.

Sejumlah perwakilan massa dipersilakan berdialog di aula Setda. Sayang, dialog berakhir mentok karena bupati tidak hadir.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, tidak mempermasalahkan aksi tersebut. Ia mengapresiasi penyampaian aspirasi melalui aksi demo.

“Ini negara demokrasi. Sah-sah saja jika mereka menyampaikan aspirasi. Tapi asalkan dilakukan dengan baik-baik,” terangnya.

Saat ini sistem telah berubah. Sehingga apapun ada mekanismenya. Artinya, seorang bupati tidak bisa menetapkan suatu program pembangunan secara mendadak.

“Semuanya sudah direncanakan. Mekanismenya sekarang melalui RKPD online. Berbagai capaian dalam RPJMD juga bisa diperiksa di RKPD Online,” tandasnya.

Reporter: Yusuf
Editor: Andra Daryl Permana