Perajin Sapu Tamiang Terkendala Permodalan

SAPU tamiang merupakan andalan Kecamatan Naringgul karena memiliki kualitas bagus dengan harga murah. Magnet Indonesia Online/M Najib

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Perajin sapu tamiang sangkir di Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, terkendala permodalan. Padahal, sapu tamiang sangkir merupakan komoditas yang laku di pasaran karena murah tapi unik dan kuat.

“Hampir dua kedusunan di desa kami merupakan perajin sapu tamiang,” kata Rasidah, perajin sapu tamiang, Minggu (9/9/2018).

Sayang, mata pencaharian utama warga itu belum dilirik maksimal pemerintah. Utamanya dari sisi permodalan.

“Saya pertama buka usaha kerajinan ini modalnya pinjam dari salah satu bank swasta. Sampai sekarang masih dijalani,” ujar dia.

Meskipun sekarang keteteran dengan modal, tapi lanjut Rasidah, ia bersama teman kelompok perajin lainnya masih terus melayani pesanan dari luar daerah bahkan luar kota.

“Mungkin kalau ada tambahan modal, pesanan seperti dari luar kota bisa terlayani. Jadi untuk saat ini pemesan hanya yang datang saja ke sini,” ungkapnya.

Ketua kelompok perajin sapu tamiang, Herman, mengaku berupaya mencari solusi agar kerajinan tersebut tidak punah. Pasalnya, sapu tamiang merupakan ciri khas Kecamatan Naringgul.

“Harganya kisaran Rp20 ribu hingga Rp30 ribu. Cukup murah karena kualitasnya juga bagus,” sebutnya.

Reporter:    M Najib
Editor:   Bondan Prakoso