KAMMI Sukabumi Kritisi Memblenya Nilai Tukar Rupiah

SEJUMLAH mahasiswa tergabung dalam KAMMI Sukabumi berunjuk rasa ke DPRD Kota Sukabumi. Magnet Indonesia Online/Diana NH

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi berunjuk rasa ke DPRD Kota Sukabumi, Jumat (7/9/2018). Mereka mengkritisi terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak terhadap berbagai sektor.

Dalam aksi itu, para mahasiswa juga menolak penaikan tarif kereta api Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor yang dinilai akan semakin memberatkan beban warga pengguna moda transportasi. Aksi berjalan damai. Para aktivis pergerakan mahasiswa itu menyampaikan aspirasinya di bawah pengawalan aparat Polres Sukabumi Kota.

“Nilai tukar rupiah sekarang betul-betul anjlok. Per Agustus mencapai Rp14.621,” kata Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Sukabumi, Okta Bachtiar Camsyah, dalam orasinya.

Memasuki awal September, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin memble yang nyaris mencapai Rp15 ribu. Ia menyebutkan kondisi itu terjadi akibat tingginya ketergantungan impor.

“Kalau tak segera diatasi, kami khawatir krisis moneter seperti 1998 akan kembali terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Di saat nilai tukar rupiah anjlok, warga Sukabumi dikejutkan juga dengan naiknya tarif kereta api Pangrango. Padahal kereta api sekarang jadi moda transportasi favorit masyarakat.

“Kami kecewa. Mestinya pemerintah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menggunakan kerata api sebagai transportasi umum yang ekonomis,” paparnya.

Melihat kondisi ini, KAMMI mendesak DPR RI dan DPRD Kota Sukabumi mendorong pemerintah melakukan tindakan nyata agar rupiah bisa kembali menguat.

Reporter:   Diana Novita Hidayat
Editor:   Bondan Prakoso