ABG asal Nyalindung Diduga ‘Dijual’ ke Malaysia

ORANGTUA kandung korban dugaan trafficking, Oden Permana (43) dan Enok (44), memperlihatkan foto Entin Sultini (16), yang terdampar di negeri Jiran Malaysia. Magnet Indonesia Online/Iqbal Salim

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Entin Sultini, anak baru gede (ABG) yang baru berusia 16 tahun, diduga jadi korban perdagangan manusia (human trafficking). Anak pasangan Oden Permana (43) dan Enok (44), warga Kampung Kadupugur RT 04/03, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi itu sekarang diduga berada di Selangor, Malaysia.

Berdasarkan informasi, dugaan terjadinya perdagangan manusia yang menimpa anak kedua dari empat bersaudara itu berawal dari informasi adanya lowongan pekerjaan sebagai baby sitter di Jakarta. Informasi itu diperoleh dari kenalan Entin di Facebook.

“Pada 14 Agustus anak saya pamitan mau kerja di Cengkareng, Jakarta. Katanya mau kerja mengurus anak kecil,” kata Oden, kepada Magnet Indonesia Online.

Oden mengaku sempat mengantarkan anaknya yang akan bekerja di Jakarta. Anaknya mengatakan peluang kerjaan itu diperoleh dari informasi kenalannya di Facebook.

“Waktu pamitan, saya sebetulnya sudah gak enak perasaan. Malahan waktu itu ada keinginan menyusul ke Jakarta,” ucapnya.

Perasaan tak enak Oden terbukti. Beberapa hari sejak berada di Jakarta, anaknya tak pernah menghubungi. Baru pada Rabu (5/9/2018), Oden kedatangan kepala desa, Nurdin, yang mengabarkan Entin sedang berada di Malaysia.

Keberadaan Entin di negeri Jiran itu direkam melalui video. Ia bersama Neneng Wulan, warga Indonesia yang sudah lama menetap di Malaysia. Dalam rekaman video itu Entin menceritakan nasibnya. Awalnya ia diajak bekerja di Jakarta. Tetapi ia dibawa ke Malaysia.

Entin pernah ditempatkan di sebuah ruang sempit. Bahkan ia mengaku pernah seruangan dengan beberapa ekor anjing. Entin berhasil kabur dari ruangan itu. Hingga akhirnya bertemu dengan Neneng Wulan.

Reporter:   Iqbal Salim
Editor:   Andra Daryl Permana