Perempuan Korban Kekerasan yang Viral di Medsos TKW Asal Sukabumi

Ilustrasi/Net

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Warganet di Kabupaten Sukabumi dihebohkan viral-nya rekaman video seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang jadi korban dugaan kekerasan majikannya di Malaysia. Diketahui, TKW itu merupakan warga Kabupaten Sukabumi bernama Utih (53), yang tercatat sebagai warga Kampung Cimapag RT 04/09, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Dalam video itu, Utih mengalami luka lebam diduga akibat dianiaya majikan. Pihak keluarga pun sudah memastikan jika perempuan dalam video itu adalah Utih. “Iya, perempuan dalam video itu dipastikan ibu saya,” kata Deri Renaldy (26), anak ketiga Utih, Minggu (2/9/2018).

Deri mengaku, setelah mendapat kenyataan dalam video itu, keluarga sempat mendatangi pihak perusahaan di Jakarta yang menyalurkan ibunya bekerja di Malaysia. Ia sudah mendapat kepastian dari perusahaan, ibunya akan segera dipulangkan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dipulangkan. Kami juga menuntut agar majikan ibu saya bisa diproses hukum,” tegasnya.

Utih berangkat ke Malaysia sekitar Maret 2017 lalu. Saat berangkat kondisinya sehat. Komunikasi terakhir antara Utih dan keluarganya terjadi sepekan sebelum Idul Fitri 1439 Hijriah lalu.

Dalam percakapan melalui sambungan telepon, Utih mengaku ke keluarganya sering diperlakukan kasar oleh majikan dan anaknya. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti keluarga dengan mendatangi pihak sponsor di Palabuhanratu. “Kami adukan semua yang dialami ibu saya ke pihak sponsor,” ungkapnya.

Sayang, laporan itu kurang mendapat respons dari pihak sponsor. Dalih pihak perusahaan, keluarga Utih tak memiliki cukup bukti. Deri mengaku komunikasi dengan ibunya sempat terputus. Namun selang beberapa hari kemudian, Deri kembali bisa berkomunikasi. “Itu juga melalui kantor penyalur di Malaysia,” tuturnya.

Selama bekerja di Malaysia, kata Deri, ibunya hanya tiga kali mengirimkan uang ke keluarga. Besarannya bervariatif. “Kiriman pertama sebesar Rp3 juta, kiriman kedua Rp6 juta, dan kiriman ketiga Rp6,3 juta,” terangnya.

Kontributor:   Iqbal Salim
Editor:   Andra Daryl Permana